HIPERTENSI
Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah kondisi kronis dimana tekanan darah pada dinding arteri (pembuluh darah bersih) meningkat. Kondisi ini dikenal sebagai “pembunuh diam-diam” karena jarang memiliki gejala yang jelas.
Diduga faktor-faktor yang dapat memicu peningkatan risiko hipertensi;
• Berusia diatas 65 tahun
• Mengkonsumsi banyak garam.
• Kelebihan berat badan .
• Memiliki keluarga dengan hipertensi.
• Kurang makan buah dan sayur.
• Jarang olahraga.
• Minum terlalu banyak kopi. (atau minuman lain yang mengandung kafein).
• Terlalu banyak mengkonsumsi minuman keras.
Risiko mengidap hipertensi dapat dikurangi dengan mengubah hal-hal di atas dan menerapkan gaya hidup yang lebih sehat. Pemeriksaan tekanan darah secara rutin juga bisa membantu diagnosis pada tahap awal. Diagnosis hipertensi sedini mungkin akan meningkatkan kemungkinan untuk menurunkan tekanan darah ke taraf normal. Hal ini bisa dilakukan dengan mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat tanpa perlu mengkonsumsi obat.
Kekuatan darah dalam menekan dinding arteri ketika dipompa oleh jantung ke seluruh tubuh menentukan ukuran tekanan darah.Tekanan yang terlalu tinggi akan membebani arteri dan jantung anda, sehingga pengidap hipertensi berpotensi mengalami serangan jantung, stroke, atau penyakit ginjal.
Pengukuran tekanan darah dalam takaran merkuri per milimeter (mmHG) dan dicatat dalam dua bilangan yaitu tekanan sistolik dan tekanan diastolik.
Sistolik adalah tekanan darah saat jantung berdetak memompa darah keluar.
Diastolik adalah tekanan darah saat jantung tidak berkontraksi (fase relaksasi ). Saat ini darah yang baru saja dipompa keluar dari jantung (tekanan sistolik), berada di pembuluh arteri dan tekanan diastoliknya menunjukan kekuatan dinding arteri menahan laju aliran darah.
Contoh; tekanan darah 130 per 90 atau 130/90 mmHG, berarti tekanan sistolik 130 mmHG dan tekanan diastoliknya 90 mmHG. Angka normal tekanan darah adalah yang berada dibawah 120/80 mmHG.
Dianggap mengidap hipertensi jika tekanan darah hasil pemeriksaan dari beberapa kali selalu tetap mencapai 140/90 mmHG atau lebih tinggi.
Mencegah hipertensi lebih mudah dan murah
di bandingkan dengan pengobatan . Pencegahan sebaiknya di lakukan seawal mungkin agar tidak terjadi komplikasi yang bahkan bisa mengancam jiwa pengidapnya.
Pantaulah dengan ketat sampai angka tersebut turun dan bisa dikendalikan dengan baik.
Lakukan perubahan gaya hidup sebagai pengobatan sekaligus pencegahan;
Mengkonsumsi makanan sehat.
Mengurangi konsumsi garam dan kafein.
Berhenti merokok.
Berolahraga secara teratur.
Menurunkan berat badan, jika diperlukan.
Mengurangi konsumsi minuman keras.
Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah kondisi kronis dimana tekanan darah pada dinding arteri (pembuluh darah bersih) meningkat. Kondisi ini dikenal sebagai “pembunuh diam-diam” karena jarang memiliki gejala yang jelas.
Diduga faktor-faktor yang dapat memicu peningkatan risiko hipertensi;
• Berusia diatas 65 tahun
• Mengkonsumsi banyak garam.
• Kelebihan berat badan .
• Memiliki keluarga dengan hipertensi.
• Kurang makan buah dan sayur.
• Jarang olahraga.
• Minum terlalu banyak kopi. (atau minuman lain yang mengandung kafein).
• Terlalu banyak mengkonsumsi minuman keras.
Risiko mengidap hipertensi dapat dikurangi dengan mengubah hal-hal di atas dan menerapkan gaya hidup yang lebih sehat. Pemeriksaan tekanan darah secara rutin juga bisa membantu diagnosis pada tahap awal. Diagnosis hipertensi sedini mungkin akan meningkatkan kemungkinan untuk menurunkan tekanan darah ke taraf normal. Hal ini bisa dilakukan dengan mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat tanpa perlu mengkonsumsi obat.
Kekuatan darah dalam menekan dinding arteri ketika dipompa oleh jantung ke seluruh tubuh menentukan ukuran tekanan darah.Tekanan yang terlalu tinggi akan membebani arteri dan jantung anda, sehingga pengidap hipertensi berpotensi mengalami serangan jantung, stroke, atau penyakit ginjal.
Pengukuran tekanan darah dalam takaran merkuri per milimeter (mmHG) dan dicatat dalam dua bilangan yaitu tekanan sistolik dan tekanan diastolik.
Sistolik adalah tekanan darah saat jantung berdetak memompa darah keluar.
Diastolik adalah tekanan darah saat jantung tidak berkontraksi (fase relaksasi ). Saat ini darah yang baru saja dipompa keluar dari jantung (tekanan sistolik), berada di pembuluh arteri dan tekanan diastoliknya menunjukan kekuatan dinding arteri menahan laju aliran darah.
Contoh; tekanan darah 130 per 90 atau 130/90 mmHG, berarti tekanan sistolik 130 mmHG dan tekanan diastoliknya 90 mmHG. Angka normal tekanan darah adalah yang berada dibawah 120/80 mmHG.
Dianggap mengidap hipertensi jika tekanan darah hasil pemeriksaan dari beberapa kali selalu tetap mencapai 140/90 mmHG atau lebih tinggi.
Mencegah hipertensi lebih mudah dan murah
di bandingkan dengan pengobatan . Pencegahan sebaiknya di lakukan seawal mungkin agar tidak terjadi komplikasi yang bahkan bisa mengancam jiwa pengidapnya.
Pantaulah dengan ketat sampai angka tersebut turun dan bisa dikendalikan dengan baik.
Lakukan perubahan gaya hidup sebagai pengobatan sekaligus pencegahan;
Mengkonsumsi makanan sehat.
Mengurangi konsumsi garam dan kafein.
Berhenti merokok.
Berolahraga secara teratur.
Menurunkan berat badan, jika diperlukan.
Mengurangi konsumsi minuman keras.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar