Sabtu, 09 Juli 2016

KOLESTROL TINGGI

PENGERTIAN KOLESTEROL TINGGI

kolesterol tinggi atau hiperkolesterolemia adalah tingkat kolesterol dalam darah melampaui kadar yang normal. kolesterol adalah senyawa lemak berlilin yang sebagian besar diproduksi di hati dan sebagian lainnya didapatkan dari makanan .
 Penyakit yang mengintai penderita kolesterol tinggi biasanya dikaitkan dengan adanya pengendapan kolesterol berlebihan pada pembuluh darah, seperti stroke dan serangan jantung.
Kelebihan kolesterol bisa terjadi akibat mengkonsumsi makanan dengan kandungan kolesterol tinggi atau kurang berolahraga. Namun bisa juga terjadi akibat faktor keturunan.

Tentang Kolesterol

Sebenarnya kolesterol dibutuhkan oleh tubuh untuk membantu membangun sel-sel baru agar tubuh bisa tetap berfungsi secara normal.
Membantu tubuh memproduksi vitamin D, sejumlah hormon, dan asam empedu untuk mencerna lemak.

Di dalam darah kolesterol dibawa oleh protein, gabungan keduanya di sebut lipoprotein. Ada dua jenis lipoprotein ;
lipoprotein dengan kepadatan rendah (LDL) yang biasa disebut dengan kolesterol jahat, dan lipoprotein dengan kepadatan tinggi (HDL) yang biasa disebut dengan kolesterol baik.

LDL bertugas mengangkut kolesterol dari organ hati ke sel-sel yang membutuhkan . Namun jika jumlah kolesterol tersebut melebihi kebutuhan , maka dapat mengendap pada
dinding-dinding arteri dan menyebabkan penyakit.
HDL sebagai kebalikan dari LDL yaitu bertugas mengangkut kolesterol kembali ke dalam organ hati. Didalam hati kolesterol akan dihancurkan atau dikeluarkan oleh tubuh melalui kotoran.

Melakukan pemeriksaan kadar kolesterol dalam darah jika kelebihan berat badan, memiliki tekanan darah tinggi, berpenyakit diabetes, atau memiliki penyakit lainnya yang dapat meningkatkan kadar kolesterol.

Dampak kolesterol tinggi

Ketika kolesterol berlebihan mengendap pada dinding-dinding arteri , maka aliran darah di jantung,otak, dan bagian tubuh lainnya bisa terhambat, terkena penyempitan arteri, atau aterosklerosis, penggumpalan darah di bagian-bagian tubuh tertentu, stroke ringan, stroke,  serangan jantung,
menimbulkan rasa sakit di dada bagian depan  atau pada lengan ketika seseorang mengalami stres atau melakukan kegiatan fisik yang berat, juga meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit jantung koroner.

Ubahlah pola makan dan berhenti merokok agar penderita kolesterol tinggi tidak terkena stroke atau penyakit jantung. Pada rokok di temukan zat kimia yang disebut akrolein. Zat ini dapat menghentikan aktivitas kolesterol baik atau HDL untuk mengangkut timbunan lemak menuju hati. Akibatnya bisa terjadi penyempitan
arteri atau aterosklerosis.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar